Cancer Serviks (Waktunya Kuis)
Tulisan di bawah ini dulu pernah menjadi jejak perjuanganku dan kedua temanku (Dini Khoirinnisa dan Rahardian Wahyu Pradana) ketika mengikuti lomba campaign tentang kanker serviks di FISIP. Alhamdulillah, berkesempatan meraih juara 3 (Yeyeyeyeyeye). Ini sekelumit kuis yang kami bertiga buat untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa FISIP atas penyakit ini. Nah, udah beneran tahu tentang kanker serviks belom, coba dicek dulu disini :))
Udah beneran tahu tentang kanker serviks???
Cobalah kuis ini dan dapatkan pengetahuannya!!
PERTANYAAN 1:Apakah yang disebut serviks?
a. Lipatan berdaging di sekitar bukaan vagina
b. pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan vagina
c. Struktur berbentuk seperti tabung di dalam tubuh
d. Bagian luar organ seks perempuan
PERTANYAAN 2:
Apa nama lain dari serviks.
a. Mons
b. Vagina
c. Mulut rahim
d. Rahim
PERTANYAAN 3:
Penderita kanker serviks.
a. Perempuan
b. Laki-laki
PERTANYAAN 4:
Kanker utama yang menyerang wanita di Indonesia.
a. Kanker payudara
b. Kanker mulut rahim
PERTANYAAN 5:
Apa penyebab kanker serviks.
a. Infeksi HPV (Human Papilloma Virus)
b. Bakteri “lactobacilli” pada vagina
c. pH vagina 4,5 atau lebih rendah
PERTANYAAN 6:
Sekresi vagina adalah cara vagina untuk membersihkan diri dan biasa terjadi pada setiap perempuan.
[Benar] [Salah]
PERTANYAAN 7:
Keluarnya keputihan merupakan potensi terkena penyakit kelamin.
a. Pasti, jika dalam intensitas yang tinggi
b. Tidak, jika hanya keluar di saat-saat tertentu
c. Mungkin iya, mungkin juga tidak- ada banyak alasan keputihan berpotensi menimbulkan atau tidak menimbulkan penyakit kelamin
PERTANYAAN 8:
Kamu memilih yang mana.
a. Pembalut
b. Pantiliners
PERTANYAAN 9:
Kram saat menstruasi adalah hal wajar.
[Benar] [Salah]
PERTANYAAN 10:
Sebaiknya Pap smear (pemeriksaan perubahan di mulut rahim perempuan) dilakukan kapan.
a. Dibawah usia 21
b. Diatas usia 21
c. Diatas 30 tahun
Oleh: anak Sosi08
Ayu Kartika (Hamasah)
Dini Khorinnisa (mantap)
Rahardian Wahyu (Dmen)
JAWABANNYA ADALAH……
PERTANYAAN 1:
Jawaban yang benar: (b) pintu masuk kearah rahim yang yang terletak antara rahim dengan vagina
Serviks adalah mulut rahim dengan fungsi sebagai jalur pelepasan dan darah menstruasi ke vagina. Sedangkan struktur berbentuk tabung di dalam tubuh disebut vagina. Sebagian dari vagina menempel pada bagian rahim bernama serviks (terletak di bawah rahim). Dengan demikian serviks tidak sama dengan vagina, karena vagina berfungsi sebagai penyambung antara rahim dan bagian luar tubuh. Serviks berada di bagian dalam organ seks perempuan, karena letaknya yang berada di mulut rahim. Sedangkan bagian luar organ seks perempuan disebut vulva, yaitu lipatan berdaging di sekitar bukaan vagina.
PERTANYAAN 2:
Jawaban yang benar: (c) mulut rahim
Seperti yang telah dijelaskan di pertanyaan 1, bahwa serviks yang berada di bawah rahim membuatnya dikenal juga sebagai mulut rahim. Tetapi kalian juga perlu mengetahui bagian-bagian lain di dalam organ seks yang kita miliki. Mons, merupakan bagian dasar segitiga terbalik dinamakan mons pubis vulva. Terdiri dari lemak. Mons pubis akan tertutup dengan rambut keriting kasar saat seorang perempuan tumbuh dewasa. Mons menjadi dua lipatan kulit yang disebut labia, atau bibir vagina. Bagian bibir luar dan lebih besar disebut labia mayora. Sedang bagian dalam dan lebih kecil disebut labia minora. Vagina merupakan jalan lahir untuk bayi selama proses kelahiran, selain itu menjadi jalan keluarnya darah menstruasi selama masa menstruasi. Terakhir adalah rahim, rahim merupakan tempat menyangga bayi yang tumbuh selama kehamilan. Terdiri dari 2 bagian: tubuh rahim dan serviks. Tubuh rahim sebagai penyanggah bayi selama kehamilan, dan serviks sebagai jalan keluarnya bayi dalam proses kelahiran dan keluarnya darah menstruasi ke vagina.
PERTANYAAN 3:
Jawaban yang benar: (a dan b) perempuan dan laki-laki
Human papilloma virus(HPV) yang menjadi penyebab penyakit kanker serviks tak hanya menyerang perempuan. Virus ini juga mengintai para laki-laki. Meski efeknya tak seganas saat menyerang perempuan, laki-laki bisa menjadi pembawa dan menularkannya. ”HPV sangat mudah menular dan siapa saja bisa tertular. Itu sebabnya, HPV disebut si virus yang ramah-tamah,” ucap Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Laila Nuranna SpOG (K). laki-laki bisa menjadi pembawa virus dan menularkan pada wanita pasangannya, terang dr Melissa Luwia dari Yayasan Kanker Indonesia Profesor Efren J Domingo MD PhD, pakar kanker serviks dari Filipina, mengungkapkan bahwa laki-laki bisa membawa virus HPV dan menularkannya.
PERTANYAAN 4:
Jawaban yang benar: (b) Kanker mulut rahim atau kanker serviks
Menurut Globacan (2002) di seluruh dunia setiap tahun ada 493.243 wanita terdiagnosa kanker serviks, 273.505 meninggal. Di dunia, lebih dari 700 wanita meninggal setiap hari karena kanker serviks. Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan pertama kanker pada wanita. Setiap hari di Indonesia ada 40 orang wanita terdiagnosa dan 20 wanita meninggal karena kanker serviks. Banyaknya kasus kanker serviks di Indonesia disebabkan pengetahuan tentang kanker servik yang kurang sehingga kesadaran masyarakat untuk deteksi dini pun masih rendah. Bentuk kanker serviks yang paling sering dijumpai yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Sekitar 85% merupakan karsinoma skuamosa (epidermoid), 10% merupakan jenis adenokarsinoma dan 5% merupakan adenoskuamosa, clear cell, small cell dan verucous.
PERTANYAAN 5:
Jawaban yang benar: (a) Infeksi HPV (human Papilloma Virus)
Hingga saat ini Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab 99,7% kanker serviks. Virus papilloma ini berukuran kecil, diameter virus kurang lebih 55 nm. Terdapat lebihdari 100 tipe HPV, HPV tipe 16, 18, 31, 33, 35, 45, 51, 52, 56 dan 58 sering ditemukan pada kanker maupun lesi pra kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 merupakan 70 % penyebab kanker serviks. Sebenarnya sebagian besar virus HPV akan menghilang sendiri karena ada system kekebalan tubuh alami, tetapi ada sebagian yang tidak menghilang dan menetap. HPV yang menetap inilah yang menyebabkan perubahan sel leher rahim menjadi kanker serviks. Perjalanan kanker serviks dari infeksi HPV, tahap pre kanker hingga menjadi kanker serviks memakan waktu 10 – 20 tahun. Sedangkan bakteri “lactobacilli” dan sel-sel yang melapisi dinding-dinding vagina memproduksi asam laktat untuk menjaga pH yang seimbang serta sehat. Kadar keasaman vagina yang sehat menunjukkan pH 4,5 atau lebih rendah. Infeksi dapat terjadi ketika keseimbangan alami di dalam vagina terganggu oleh kebersihan yang buruk, menggunakan pembersih kewanitaan atau sabun-sabun yang kasar, mengkonsumsi antibiotic dalam waktu yang panjang, dan stress.
PERTANYAAN 6:
Jawaban yang benar: Benar
Sekresi atau cairan vagina akan terlihat jelas dari baunya yang seperti wangi sabun yang ringan. Pada kebanyakan kasus, sekresi ini tidak seharusnya memiliki bau yang kuat ataupun busuk. Cairan vagina mengandung sel-sel vagina, bakteri dan jaringan mati yang berasal dari rahim, leher rahim, dan dinding vagina. Vagina merontokkan jaringan serta sel-sel yang telah mati dari dindingnya secara terus menerus agar jaringan bisa digantikan dengan yang baru. Bakteri umumnya tinggal di vagina. Bakteri yang baik ini menjaga vagina tetap sehat dengan cara menjaga pH vagina dan melindunginya dari infeksi.
PERTANYAAN 7:
Jawaban yang benar: (c) mungkin iya, mungkin juga tidak- ada banyak alasan keputihan berpotensi menimbulkan atau tidak menimbulkan penyakit kelamin
Amati cairan keputihan seperti apa yang normal bagi kita. Kalau kawatir mengenai perubahannya, periksalah ke dokter. Pengamatan noda keputihan sebagai petunjuk yang bermanfaat: keputihan dikatakan normal ketika warnanya jernih hingga keputih-putihan, seperti krim atau elastic pada waktu-waktu tertentu dalam bulan itu, berbau seperti sabun atau tidak berbau, mungkin bervariasi dari segi banyaknya, tidak ada cairan berdarah diantara masa menstruasi, tidak ada masalah dengan buang air kecil, tidak ada rasa sakit saat melakukan hubungan seksual. Jika hal-hal tersebut kalian alami maka keputihan merupakan hal normal bagimu dan tidak berpotensi menimbulkan penyakit kelamin. Sebaliknya, ketika beberapa hal berikut terjadi pada keputihan yang kalian alami maka segera tanyakan pada dokter. Hal-hal tersebut seperti warnanya keabu-abuan, kekuningan atau kehijauan, berbau amis atau busuk, cairan yang keluar lebih banyak dari biasanya, berdarah antara masa menstruasi, mungkin timbul rasa sakit atau gatal-gatal pada vagina, vagina terasa sakit saat buang air kecil, terasa sakit dan tak nyaman saat melakukan hubungan seksual.
PERTANYAAN 8:
Jawaban yang benar: (a dan c) pembalut dan pantiliners dua-duanya bisa dipakai lho..
Pembalut digunakan untuk menyerap darah menstruasi , sedangkan pantiliner digunakan untuk menyerap cairan vagina atau keringat dan bisa dipakai sehari-hari diluar hari menstruasi. Pantiliner bentuknya sama seperti pembalut, menim memiliki lapisan atau perekat di bawahnya dan dilekatkan di bagian dalam celana dalam. Biasanya perempuan menggunakannya sebelum dan sesudah menstruasi di saat darah menstruasi tinggal sedikit. Hal tersebut sangatlah wajar.
PERTANYAAN 9:
Jawaban yang benar: Benar
Rasa nyeri mungkin pernah dialami setiap perempaun saat menstruasi. Dokter mengacu kram mens dengan istilah dysmenorrheal. Ini adalah terminology medis uyang mengacu pada rasa nyeri yang dialami saat awal hari menstruasi. Nyeri ini mungkin akan lebih terasa selama 2 hari pertama dan mungkin tidak selalu terjadi setiap kali menstruasi bagi beberapa perempuan, nyeri ini bisa terasa sangat hebat. Bagi yang lain, mungkin hanya terasa sebagai nyeri ringan dan samar-samar. Kram saat mens disebabkan oleh kontradiksi atau gerakan otot-otot rahimyang kuat. Perempuan dengan dysmenorrheal yang hebat mungkin memproduksi lebih banyak prostaglandin* di dalam rahim mereka.
*Prostaglandin adalah otot-otot rahim yang bergerak lebih kuat dan lebih sering dan mengakibatkan menurunnya aliran darah sehingga syraf-syaraf pun lebih sensitive terhadap nyeri.
PERTANYAAN 10:
Jawaban yang benar: (a, b, dan c) semua jawaban benar jika:
Bila kamu di bawah usia 21 tahun, lakukan peeriksaan Pap smear kurang lebih 3 tahun setelah hubungan seksual pertama. Bila kamu berusia di atas 21 tahun, lakukan pemeriksaan Pap smear setiap tahun hingga kamu berusia 30 tahun atau seperti disarankan oleh dokter. Pada umur 30 tahun ke atas, lakukan pemeriksaan Pap smear setiap 2 atau 3 tahun bila hasilnya normal selama 3 tahun terakhir atau seperti disarankan oleh dokter.
Udah beneran tahu tentang kanker serviks???
Cobalah kuis ini dan dapatkan pengetahuannya!!
PERTANYAAN 1:Apakah yang disebut serviks?
a. Lipatan berdaging di sekitar bukaan vagina
b. pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan vagina
c. Struktur berbentuk seperti tabung di dalam tubuh
d. Bagian luar organ seks perempuan
PERTANYAAN 2:
Apa nama lain dari serviks.
a. Mons
b. Vagina
c. Mulut rahim
d. Rahim
PERTANYAAN 3:
Penderita kanker serviks.
a. Perempuan
b. Laki-laki
PERTANYAAN 4:
Kanker utama yang menyerang wanita di Indonesia.
a. Kanker payudara
b. Kanker mulut rahim
PERTANYAAN 5:
Apa penyebab kanker serviks.
a. Infeksi HPV (Human Papilloma Virus)
b. Bakteri “lactobacilli” pada vagina
c. pH vagina 4,5 atau lebih rendah
PERTANYAAN 6:
Sekresi vagina adalah cara vagina untuk membersihkan diri dan biasa terjadi pada setiap perempuan.
[Benar] [Salah]
PERTANYAAN 7:
Keluarnya keputihan merupakan potensi terkena penyakit kelamin.
a. Pasti, jika dalam intensitas yang tinggi
b. Tidak, jika hanya keluar di saat-saat tertentu
c. Mungkin iya, mungkin juga tidak- ada banyak alasan keputihan berpotensi menimbulkan atau tidak menimbulkan penyakit kelamin
PERTANYAAN 8:
Kamu memilih yang mana.
a. Pembalut
b. Pantiliners
PERTANYAAN 9:
Kram saat menstruasi adalah hal wajar.
[Benar] [Salah]
PERTANYAAN 10:
Sebaiknya Pap smear (pemeriksaan perubahan di mulut rahim perempuan) dilakukan kapan.
a. Dibawah usia 21
b. Diatas usia 21
c. Diatas 30 tahun
Oleh: anak Sosi08
Ayu Kartika (Hamasah)
Dini Khorinnisa (mantap)
Rahardian Wahyu (Dmen)
JAWABANNYA ADALAH……
PERTANYAAN 1:
Jawaban yang benar: (b) pintu masuk kearah rahim yang yang terletak antara rahim dengan vagina
Serviks adalah mulut rahim dengan fungsi sebagai jalur pelepasan dan darah menstruasi ke vagina. Sedangkan struktur berbentuk tabung di dalam tubuh disebut vagina. Sebagian dari vagina menempel pada bagian rahim bernama serviks (terletak di bawah rahim). Dengan demikian serviks tidak sama dengan vagina, karena vagina berfungsi sebagai penyambung antara rahim dan bagian luar tubuh. Serviks berada di bagian dalam organ seks perempuan, karena letaknya yang berada di mulut rahim. Sedangkan bagian luar organ seks perempuan disebut vulva, yaitu lipatan berdaging di sekitar bukaan vagina.
PERTANYAAN 2:
Jawaban yang benar: (c) mulut rahim
Seperti yang telah dijelaskan di pertanyaan 1, bahwa serviks yang berada di bawah rahim membuatnya dikenal juga sebagai mulut rahim. Tetapi kalian juga perlu mengetahui bagian-bagian lain di dalam organ seks yang kita miliki. Mons, merupakan bagian dasar segitiga terbalik dinamakan mons pubis vulva. Terdiri dari lemak. Mons pubis akan tertutup dengan rambut keriting kasar saat seorang perempuan tumbuh dewasa. Mons menjadi dua lipatan kulit yang disebut labia, atau bibir vagina. Bagian bibir luar dan lebih besar disebut labia mayora. Sedang bagian dalam dan lebih kecil disebut labia minora. Vagina merupakan jalan lahir untuk bayi selama proses kelahiran, selain itu menjadi jalan keluarnya darah menstruasi selama masa menstruasi. Terakhir adalah rahim, rahim merupakan tempat menyangga bayi yang tumbuh selama kehamilan. Terdiri dari 2 bagian: tubuh rahim dan serviks. Tubuh rahim sebagai penyanggah bayi selama kehamilan, dan serviks sebagai jalan keluarnya bayi dalam proses kelahiran dan keluarnya darah menstruasi ke vagina.
PERTANYAAN 3:
Jawaban yang benar: (a dan b) perempuan dan laki-laki
Human papilloma virus(HPV) yang menjadi penyebab penyakit kanker serviks tak hanya menyerang perempuan. Virus ini juga mengintai para laki-laki. Meski efeknya tak seganas saat menyerang perempuan, laki-laki bisa menjadi pembawa dan menularkannya. ”HPV sangat mudah menular dan siapa saja bisa tertular. Itu sebabnya, HPV disebut si virus yang ramah-tamah,” ucap Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Laila Nuranna SpOG (K). laki-laki bisa menjadi pembawa virus dan menularkan pada wanita pasangannya, terang dr Melissa Luwia dari Yayasan Kanker Indonesia Profesor Efren J Domingo MD PhD, pakar kanker serviks dari Filipina, mengungkapkan bahwa laki-laki bisa membawa virus HPV dan menularkannya.
PERTANYAAN 4:
Jawaban yang benar: (b) Kanker mulut rahim atau kanker serviks
Menurut Globacan (2002) di seluruh dunia setiap tahun ada 493.243 wanita terdiagnosa kanker serviks, 273.505 meninggal. Di dunia, lebih dari 700 wanita meninggal setiap hari karena kanker serviks. Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan pertama kanker pada wanita. Setiap hari di Indonesia ada 40 orang wanita terdiagnosa dan 20 wanita meninggal karena kanker serviks. Banyaknya kasus kanker serviks di Indonesia disebabkan pengetahuan tentang kanker servik yang kurang sehingga kesadaran masyarakat untuk deteksi dini pun masih rendah. Bentuk kanker serviks yang paling sering dijumpai yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Sekitar 85% merupakan karsinoma skuamosa (epidermoid), 10% merupakan jenis adenokarsinoma dan 5% merupakan adenoskuamosa, clear cell, small cell dan verucous.
PERTANYAAN 5:
Jawaban yang benar: (a) Infeksi HPV (human Papilloma Virus)
Hingga saat ini Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab 99,7% kanker serviks. Virus papilloma ini berukuran kecil, diameter virus kurang lebih 55 nm. Terdapat lebihdari 100 tipe HPV, HPV tipe 16, 18, 31, 33, 35, 45, 51, 52, 56 dan 58 sering ditemukan pada kanker maupun lesi pra kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 merupakan 70 % penyebab kanker serviks. Sebenarnya sebagian besar virus HPV akan menghilang sendiri karena ada system kekebalan tubuh alami, tetapi ada sebagian yang tidak menghilang dan menetap. HPV yang menetap inilah yang menyebabkan perubahan sel leher rahim menjadi kanker serviks. Perjalanan kanker serviks dari infeksi HPV, tahap pre kanker hingga menjadi kanker serviks memakan waktu 10 – 20 tahun. Sedangkan bakteri “lactobacilli” dan sel-sel yang melapisi dinding-dinding vagina memproduksi asam laktat untuk menjaga pH yang seimbang serta sehat. Kadar keasaman vagina yang sehat menunjukkan pH 4,5 atau lebih rendah. Infeksi dapat terjadi ketika keseimbangan alami di dalam vagina terganggu oleh kebersihan yang buruk, menggunakan pembersih kewanitaan atau sabun-sabun yang kasar, mengkonsumsi antibiotic dalam waktu yang panjang, dan stress.
PERTANYAAN 6:
Jawaban yang benar: Benar
Sekresi atau cairan vagina akan terlihat jelas dari baunya yang seperti wangi sabun yang ringan. Pada kebanyakan kasus, sekresi ini tidak seharusnya memiliki bau yang kuat ataupun busuk. Cairan vagina mengandung sel-sel vagina, bakteri dan jaringan mati yang berasal dari rahim, leher rahim, dan dinding vagina. Vagina merontokkan jaringan serta sel-sel yang telah mati dari dindingnya secara terus menerus agar jaringan bisa digantikan dengan yang baru. Bakteri umumnya tinggal di vagina. Bakteri yang baik ini menjaga vagina tetap sehat dengan cara menjaga pH vagina dan melindunginya dari infeksi.
PERTANYAAN 7:
Jawaban yang benar: (c) mungkin iya, mungkin juga tidak- ada banyak alasan keputihan berpotensi menimbulkan atau tidak menimbulkan penyakit kelamin
Amati cairan keputihan seperti apa yang normal bagi kita. Kalau kawatir mengenai perubahannya, periksalah ke dokter. Pengamatan noda keputihan sebagai petunjuk yang bermanfaat: keputihan dikatakan normal ketika warnanya jernih hingga keputih-putihan, seperti krim atau elastic pada waktu-waktu tertentu dalam bulan itu, berbau seperti sabun atau tidak berbau, mungkin bervariasi dari segi banyaknya, tidak ada cairan berdarah diantara masa menstruasi, tidak ada masalah dengan buang air kecil, tidak ada rasa sakit saat melakukan hubungan seksual. Jika hal-hal tersebut kalian alami maka keputihan merupakan hal normal bagimu dan tidak berpotensi menimbulkan penyakit kelamin. Sebaliknya, ketika beberapa hal berikut terjadi pada keputihan yang kalian alami maka segera tanyakan pada dokter. Hal-hal tersebut seperti warnanya keabu-abuan, kekuningan atau kehijauan, berbau amis atau busuk, cairan yang keluar lebih banyak dari biasanya, berdarah antara masa menstruasi, mungkin timbul rasa sakit atau gatal-gatal pada vagina, vagina terasa sakit saat buang air kecil, terasa sakit dan tak nyaman saat melakukan hubungan seksual.
PERTANYAAN 8:
Jawaban yang benar: (a dan c) pembalut dan pantiliners dua-duanya bisa dipakai lho..
Pembalut digunakan untuk menyerap darah menstruasi , sedangkan pantiliner digunakan untuk menyerap cairan vagina atau keringat dan bisa dipakai sehari-hari diluar hari menstruasi. Pantiliner bentuknya sama seperti pembalut, menim memiliki lapisan atau perekat di bawahnya dan dilekatkan di bagian dalam celana dalam. Biasanya perempuan menggunakannya sebelum dan sesudah menstruasi di saat darah menstruasi tinggal sedikit. Hal tersebut sangatlah wajar.
PERTANYAAN 9:
Jawaban yang benar: Benar
Rasa nyeri mungkin pernah dialami setiap perempaun saat menstruasi. Dokter mengacu kram mens dengan istilah dysmenorrheal. Ini adalah terminology medis uyang mengacu pada rasa nyeri yang dialami saat awal hari menstruasi. Nyeri ini mungkin akan lebih terasa selama 2 hari pertama dan mungkin tidak selalu terjadi setiap kali menstruasi bagi beberapa perempuan, nyeri ini bisa terasa sangat hebat. Bagi yang lain, mungkin hanya terasa sebagai nyeri ringan dan samar-samar. Kram saat mens disebabkan oleh kontradiksi atau gerakan otot-otot rahimyang kuat. Perempuan dengan dysmenorrheal yang hebat mungkin memproduksi lebih banyak prostaglandin* di dalam rahim mereka.
*Prostaglandin adalah otot-otot rahim yang bergerak lebih kuat dan lebih sering dan mengakibatkan menurunnya aliran darah sehingga syraf-syaraf pun lebih sensitive terhadap nyeri.
PERTANYAAN 10:
Jawaban yang benar: (a, b, dan c) semua jawaban benar jika:
Bila kamu di bawah usia 21 tahun, lakukan peeriksaan Pap smear kurang lebih 3 tahun setelah hubungan seksual pertama. Bila kamu berusia di atas 21 tahun, lakukan pemeriksaan Pap smear setiap tahun hingga kamu berusia 30 tahun atau seperti disarankan oleh dokter. Pada umur 30 tahun ke atas, lakukan pemeriksaan Pap smear setiap 2 atau 3 tahun bila hasilnya normal selama 3 tahun terakhir atau seperti disarankan oleh dokter.
Komentar
Posting Komentar