Rindu untuk Angin
Alloh yang Menelisipkan Rasa, pun sangat Kuasa Menjaganya.. :)
Kuhitung langkah kaki, setelah sekian jam berdiri di kereta.. Cukup lelah, ketika seharian menari di atas keyboard menunjuk angka-angka.. 40, 41, 42,... masih berhitung.. Mengira berapa langkah lagi sampai di gerbang hijau.. JAUH..
Gemerisik suara daun mangga di tepi jalan pulang.. Kemudian kutengok atas.. Gelap malam dengan serpihan bintang dimana-mana.. Kueja kata tanpa huruf di langit sana.. Masih sama, JAUH..
Angin berhembus tenang, menyapa lirih dan menjabat ringan.. Sekilas senyum dalam gontai.. Ada kabar apa angin? Bresak-bresuk, kali ini gemerisik suara daun belimbing..
Angin, bolehkah aku titip rindu lewat sentuhanmu? Padamu saja, karena kaulah yang paling mungkin bisa menerpanya.. Saat ini aku ingin berbagi cinta..
Ah, angin, aku tersandung rindu di tengah jalan..
FIUH, Kuhembuskan karbondioksida yang juga masih dari jenis keluargamu Ngin.. Mencoba sejenak mengeluarkan rasa.. Kuamanahkan padamu Angin, biarkan berterbangan dalam KuasaNya.. Semua milikNya, aku, dia, rinduku, mungkin, mungkin juga rindunya kalau ia merindu (haha)..
Angin, sebarkan pada semua tentang rinduku.. Lega, mari berbangga dan bahagia, karena kita menutupnya dalam malu dan tunduk padaNya..
Jika Ia mengatakan "Jadi", yah kita tunggu saja "Jadinya"..Taraaaaa, dan aku sampai di rumah tetap dengan penuh cinta ;)
Kuhitung langkah kaki, setelah sekian jam berdiri di kereta.. Cukup lelah, ketika seharian menari di atas keyboard menunjuk angka-angka.. 40, 41, 42,... masih berhitung.. Mengira berapa langkah lagi sampai di gerbang hijau.. JAUH..
Gemerisik suara daun mangga di tepi jalan pulang.. Kemudian kutengok atas.. Gelap malam dengan serpihan bintang dimana-mana.. Kueja kata tanpa huruf di langit sana.. Masih sama, JAUH..
Angin berhembus tenang, menyapa lirih dan menjabat ringan.. Sekilas senyum dalam gontai.. Ada kabar apa angin? Bresak-bresuk, kali ini gemerisik suara daun belimbing..
Angin, bolehkah aku titip rindu lewat sentuhanmu? Padamu saja, karena kaulah yang paling mungkin bisa menerpanya.. Saat ini aku ingin berbagi cinta..
Ah, angin, aku tersandung rindu di tengah jalan..
FIUH, Kuhembuskan karbondioksida yang juga masih dari jenis keluargamu Ngin.. Mencoba sejenak mengeluarkan rasa.. Kuamanahkan padamu Angin, biarkan berterbangan dalam KuasaNya.. Semua milikNya, aku, dia, rinduku, mungkin, mungkin juga rindunya kalau ia merindu (haha)..
Angin, sebarkan pada semua tentang rinduku.. Lega, mari berbangga dan bahagia, karena kita menutupnya dalam malu dan tunduk padaNya..
Jika Ia mengatakan "Jadi", yah kita tunggu saja "Jadinya"..Taraaaaa, dan aku sampai di rumah tetap dengan penuh cinta ;)

Komentar
Posting Komentar