Ijinkan Hati ini Seperti Hujan

Awan perlahan mulai gelap
Memuntahkan air yang sudah tak sanggup lagi dipikulnya
Sesekali melukis kilatan sebelum memutuskan untuk bergemuruh dengan sangat lantang
Semakin deras.. tanpa henti bercelotehkan halilintar


Itu takdir sang hujan yang ia banggakan
Karena dalam setiap rangkaian takdirnya ia mewujudkan tasbihnya pada Sang Maha Penguasa
Mendungnya tasbih, "bangunlah, sadarlah, lihatlah, tengoklah, berpikirlah, dan renungkanlah"
Luncuran airnya tasbih, "yakinlah ada Alloh yang mengaturku"
Teriakan petirnya tasbih, "yakinlah ada Alloh yang mentakdirkanku"
Seolah ia menegaskan, "Sesungguhnya ada Alloh, sesungguhnya dalam keberadaanku nampak pengaturan, nampak takdir, nampak cobaan, nampak tangung jawab, nampak hisab dan balasan, nampak siksaan yang pedih dan kenikmatan yang besar"


Maka ijinkan hati ini bermunajat mengikuti rangkaian hujan
Seringkali ia masuk dalam lorong gelap karena titik-titik maksiat, penuh asa karena sarat dosa, dan terbungkam oleh kedzoliman yang telah diperbuat
Namun tak apa jika itu menjadi momentum tasbih padaMu
Jika ia tertakdir gelap maka ijinkan gelapnya sebagai bahtera menjemput ampunanMu
Jika ia tertakdir berat dan penat maka jadikan tangisan sedu sedannya sebagai bulir-bulir kepasrahan hanya padaMu
Jika ia tertakdir meneriakkan keluhan-keluhan maka bantulah setiap kalimat asa berubah menjadi lantunan doa-doa untuk Kau kabulkan


Rabbi, penggenggam hujan dan hati ini
Inilah munajat hati yang ingin seperti hujan..





Komentar

Postingan Populer