Tikus vs Mouse

Menyadari sepenuhnya bahwa segala hal yang ada dan terjadi di alam raya ini adalah kehendak Allah SWT. InsyaAllah tetap yakin bahwa semua pasti tercipta dengan tidak sia-sia. Nih butuk kerja keras otak untuk dapat dimanfaatkan dalam mengkajinya.  Kebetulan membaca Q.S. Al Baqoroh (2):26 " Sesungguhnya Allah SWT tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu...". Ya itulah kebesaran Allah, mungkin karena keterbatasan memaksimalkan daya pikir pada akhirnya tidak dapat memahami kehendak Allah. Inilah yang sempat terjadi pada diri saya yang ek-ok ini.. :( Saya gak suka sama tikus dari kecil. Gak tau apakah ini pengaruh genetis (haha, ngarang abesss), soalnya Ibuk saya juga gak suka tikus. Kalau saya bisa gak tidur kalau merasa ada tikus, Ibuk saya bahkan gak makan walau cuma ngeliat ekornya tikus. Untung jaman Ibuku belum ada mickey mouse :D

Singkat cerita plaffon (asbes atap) kontrakan jebol. Gara-garanya tikus dan kucing yang ada disekitar kontrakan sepertinya mau audisi jadi bintang terkenal gantiin tom & jerry. Seperti serial kartun bintang tersebut, tikus dan kucing kontrakan yang gila pingin jadi artis itu memainkan adegan pertarungan sengit dan berhasil merusak properti disekitar mereka.. dan jebolah plaffon depan kamarku. Tapi sayangnya adegan mereka gak berhasil, buktinya tuh bolongan plaffon gak bisa berbentuk sketsa badan mereka. Hahaha, sukurin.. bakalan gak diterima pas ajang pemilihan bintang tom & jerry tuh :D   

Menyedihkan ketika bolongan plaffon ternyata pas nyentuh tembok kamar dan konstruksi jembatan tikus masuk ke dalam kamar.. iuhhhh. Jadi pada suatu malam pas saya tidur pulas diatas kasur (gak empuk) ada sesuatu terjatuh, yang gak lain dan gak bukan adalah t.i.k.u.s.. "hhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriakan saya tersendat oleh kesadaran bahwa waktu masih beranjak sedikit dari batas tengah malam. Tidak ingin mengganggu tidur nyenyak tetangga kamar dan tetangga kontrakan (dan takut berujung ditimpukin batu warga) akhirnya saya membuka pintu kamar agar tuh tikus bisa keluar sendiri (maaf saya gak mau nganter pulang). Bergulirnya waktu sampai pagi yang cerah (tapi hati saya muram) tak bisa memejamkan mata dengan tenang.

Setelah kejadian itu saya berazzam dalam diri, bahwa plaffon harus segera diperbaiki oleh mas tukang kontrakan. Tapi gara-gara saya males manggil masnya itu belum dibener-benerinlah tuh plaffon yang rusak. Tiap malam pun saya lalui dengan perasaan was-was akan kehadiran tikus. Saya pun selalu berdoa dihindarkan pertemuan dengan tikus dan dijauhkan dari tikus untuk mengiringi awal tidur saya. Beberapa minggu berlalu dan mulai sadar bahwa doa saya terkabul. Benar-benar dijauhkan dari tikuss... yeyeyeye :D

Itu masalah saya dengan keberadaan tikus yang saya pikir negatif. Sebaliknya dengan keberadaan mouse (alat menggerakkan kursor komputer) yang saya pikir harus menemani saya akhir-akhir ini. Ada tugas yang bisa secara efektif dikerjakan kalau pakai mouse. Alih-alih bersikap rasional akhirnya belilah saya mouse karena sebelumnya memang merasa belum butuh jadi tidak punya. Senanglah saya karena proses kerja tugas-tugas saya bisa lebih mudah. Selain itu saya juga sempat pamer mouse baru kepada teman-teman saya. Sikap pamer itulah yang mungkin pada akhirnya membuat suatu prahara tentang mouse. Hari itu saya mengerjakan tugas lagi, ya masih dengan mouse saya yang saya cintai. Waktu telah mengalarm untuk bergegas pulang. Seusai dirumah dan mengerjakan bla bla bla tibalah waktu mengerjakan tugas kemabali. Kurogoh tas saya.. dan.. saya kaget mencari mouse. Ternyata raib... lagi-lagi menyadari bahwa doa saya benar-benar diijabah, saya tidak bertemu lagi dengan tikus maupun mouse. Pengalaman saya biasa aja sih sebenernya.. tapi kalau merasakan sendiri pasti bisa bikin tersenyum gimana gitu. hehe, hamasah ^^

Komentar

Postingan Populer