Sidang Skripsi Berhikmah

Kamis itu aku akhirnya sidang skripsi. Senang rasanya, sidang hari Kamis seperti yang saya inginkan, selain itu sidang di tanggal 28 Juni rasanya sesuatu banget. Tanggal itu menandai wafatnya Ibuku. Semoga Alloh mengampuni setiap dosa Ibuku dan selalu mencintai beliau dimanapun.. kapanpun. Amin. Ibu, yang pengorbananmu selalu mengalir dalam nadiku.. terimakasih, semua ini tak luput dari doa-doamu.

Salah satu hikmah yang akhirnya bisa aku petik dari sidang kemarin adalah "Ketetapan Alloh lebih indah dari Rencanaku". Kalau berpikir ulang, banyak sekali perencanaan-perencanaan yang sudah aku rancang sedemikian hingga dan sedemikian rupa (ahaha) untuk menyiapkan sidang itu. Tapi ternyata Alloh memberikan takdirnya yang sungguh luar biasa indah di luar prediksiku. Utamanya, Alloh mengirimkan Pak Iqbal sebagai pengujiku. Huhuhuhu... apalagi Pak Iqbal so sweet sekali. Astaghfirulloh, padahal dulu aku kurang (relatif banyak) suka sama Pak Iqbal. Hikmah kedua nih berarti, Alloh membalik hatiku menjadi lebih suka ke Pak Iqbal. Hahahaha. Beliau namaknya memang sangat expert dalam memperlakukan perempuan. Saya bisa merangkum satu kalimat, pesona lelaki kuali.. wow. Ehem, ya ya ya.. setidaknya ini memberikan hikmah ketiga. Aku sadar bahwa aku begitu mudah memang menilai baik atau tertarik dengan kebaikan orang lain. Tapi kalau untuk menilai baik seorang revolusionerku kelak aku harus tidak terjebak pada "the real action", balik lagi woo ke 5 kriteria dasar yang harus sudah terinternalisasi pada dirinya. 1. sholat gak telat; 2. ngaji tiap ari; 3. Ibu dan keluarganya harus dicinta; 4. mandiri secara materi (yah, setidaknya komitmen mendapat penghasilan); sedekah gak alpa. Baru yang terakhir akan dipertimbangkan tentang bagaimana revolusioner memperjuangankan hatiku melalui "laku konkritnya" (ini nih gaya perempuan suka baca novel/komik). Huh hah, semoga selalu ingat prinsip ini, dan semoga selalu yakin bahwa ketetapan Alloh lebih baik lagii dari 5 prinsip ini. Amin.

Balik lagi ke masalah sidang. Aku pikir, "sang pembela" yang akan hadir dalam sidangku dulu adalah pembimbingku.. hahaha, ternyata ya begitulah kawan-kawan. Mungkin "membela" memiliki rasionalitasnya tersendiri dalam konsepsiku, begitupun dalam konsepsi beliau. Aku menyadari satu hal lagi, ketika aku tinggalkan rasionalitas "membela" dalam benakku, ternyata beliau bukan sekedar membela melainkan sangat sayang padaku. So sweet sekali, tujuannya pasti perbaikan dalam skripsiku. Semoga aku bisa merealisasikan perbaikan-perbaikan yang diberikan kepadaku saja, amin.

Hanya berbagi saja tips dan trik menghadapi sidang. Pertama, yakin saja Alloh Maha Baik. Di tangan Alloh dan atas pengawasanNya apapun persoalan yang sedang dihadapi insyaAlloh akan ada solusinya dan diberi ketenangan hati sekaligus kekuatan untuk menghadapinya. Kedua, siapkan materi presentasi maksimal H-3 hari sidang. Lakukan latihan-latihan presentasi sambil direkam, putar ulang dan dengarkan sendiri. Tentu saja jadilah komentator yang "profesional" bagi dirimu sendiri. Ketiga, jangan sungkan minta bantuan teman untuk mengurusi hal-hal lainnya, seperti menyiapkan makanan atau menilai pakaian+sepatumu di hari sidang. Setidaknya ini bisa sedikit meringankan beban pikiran. Keempat, jangan lupa minta doa pada siapa pun yang kau temui hari itu. Setidaknya ini meningkatkan kepercayaan diri bahwa semua orang mendukung dan membekalimu dengan doa. Jangan mengabaikan kekuatan doa. Kelima, jangan lupa meletakkan flashdisc, laptop, charger, hard skripsi, bolpoin, notes, dan tisu di tas. Keluarkan semua barang ini di meja ketika presentasi, jangan lupa air minum. Keenam, lafadzkan doa robbish rohli sodri wayasirliamri wahlul uqdatamilisaani yafqahu qauli, yang artinya "Alloh Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, dan lepaskan kekakuan dalam lidahku". Ketujuh, dan terakhir... secepatnya kerjakan revisian pasca sidang :p

Komentar

Postingan Populer